Angkat Kreativitas dan Potensi Murid, SMP Negeri 1 Maos Hadirkan Sendratari, Drama Musikal, Tari Tradisional hingga Pencak Silat dan Pramuka serta Band Gemilang
MAOS, CILACAP – Malam di Lapangan Desa Karang Kemiri, Jumat
(23/10/2026), menjelma menjadi panggung kreativitas dan kebanggaan generasi
muda. Festival Seni Gemilang yang diselenggarakan SMP Negeri 1 Maos sukses
menyedot perhatian masyarakat. Lebih dari 1.000 penonton memadati lokasi
kegiatan untuk menyaksikan beragam pertunjukan seni yang dikemas dalam tema “Spensamas
untuk Generasi Indonesia Gemilang”.
Kegiatan yang
berlangsung mulai pukul 18.30 hingga 22.00 WIB tersebut berjalan lancar dan
sukses. Riuh tepuk tangan penonton mengiringi setiap penampilan murid yang
menyuguhkan beragam karya, mulai dari sendratari, drama musikal, tarian
tradisional, pertunjukan pencak silat, penampilan Pramuka, hingga Bang
Gemilang.
Festival ini bukan
sekadar panggung hiburan, melainkan juga ruang pembelajaran yang memberikan
kesempatan kepada murid untuk mengembangkan potensi, mengasah kreativitas,
serta membangun kepercayaan diri di hadapan masyarakat luas.
Kepala SMP Negeri 1
Maos, Sigit Kindarto, S.Pd., M.Pd., menyampaikan bahwa Festival Seni
Gemilang dirancang sebagai wahana pembelajaran yang memberikan pengalaman nyata
kepada murid untuk mengembangkan kemampuan berpikir kritis atau critical
thinking.
“Melalui kegiatan ini,
murid belajar mencari inspirasi, menggali ide, dan menentukan tema pertunjukan
yang akan mereka tampilkan. Mereka juga mendapatkan kesempatan untuk
menyalurkan potensi diri melalui kreasi seni, bekerja sama, serta membangun
kepercayaan diri ketika tampil di hadapan khalayak ramai. Di sisi lain,
kegiatan ini menjadi bentuk persembahan sekolah untuk memberikan hiburan yang
positif dan bermakna bagi masyarakat,” ungkapnya.
Menurutnya, pendidikan
tidak hanya berlangsung di dalam ruang kelas. Panggung seni menjadi ruang
belajar yang memungkinkan murid mengembangkan daya cipta, keberanian, kemampuan
berkolaborasi, dan apresiasi terhadap kekayaan budaya bangsa.
Semangat tersebut
sejalan dengan upaya SMP Negeri 1 Maos dalam mewujudkan generasi Spensamas
Gemilang, yakni generasi yang tidak hanya unggul dalam pengetahuan, tetapi juga
memiliki karakter, kreativitas, dan kepedulian terhadap lingkungan sosial serta
budaya.
Beragam Karya, Satu
Panggung Kebanggaan
Acara dipandu oleh dua
pewara, Abdul Khafi dan Fitriana, yang menghidupkan suasana melalui pembawaan
yang komunikatif. Satu demi satu pertunjukan hadir menyuguhkan cerita, gerak,
musik, dan pesan moral yang memikat perhatian penonton.
Pertunjukan dibuka dengan Tari Seblak Rimong yang dibawakan oleh Mitzy dari kelas 8C dan Adeniz dari kelas 9B. Penampilan ini menjadi pembuka rangkaian sajian seni yang merepresentasikan semangat dan kreativitas murid.
Suasana kemudian
berlanjut melalui Drama Musikal Rama Shinta dari kelas 9F di bawah
bimbingan wali kelas Sawinah. Kisah yang lekat dengan khazanah pewayangan
tersebut dihadirkan melalui perpaduan akting, musik, dan gerak yang
menghidupkan cerita di atas panggung.
Berikutnya, kelas 9E
di bawah bimbingan wali kelas Denni Mahendra mempersembahkan Drama Musikal
Cerita Nyi Blorong. Pertunjukan ini menghadirkan nuansa cerita legenda yang
dikemas dalam kreativitas seni para murid.
Semangat kebangsaan
dan kebersamaan ditampilkan melalui penampilan ekstrakurikuler Pramuka yang
melibatkan Ratna dari kelas 9A, serta Zahra, Ahnaf, dan Yuan dari kelas 9B.
Kehadiran Pramuka menjadi pengingat bahwa pendidikan karakter, kedisiplinan,
dan kerja sama merupakan bagian penting dalam pembentukan generasi muda.
Panggung semakin
semarak dengan sajian Harmoni Nusantara: Menari di Bawah Cakrawala Dunia
dari kelas 9D di bawah bimbingan wali kelas Titi Dwi Novitasari. Pertunjukan
ini menghadirkan semangat keberagaman dan kecintaan terhadap seni budaya dalam
balutan kreativitas murid.
Selanjutnya, kelas 9G
dengan bimbingan wali kelas Sumiyati menampilkan Drama Musikal/Sendratari
Legenda Roro Mendut. Kisah klasik tersebut menjadi ruang bagi murid untuk
mengolah cerita menjadi pertunjukan yang memadukan unsur drama, tari, dan
musik.
Energi panggung juga
terasa melalui penampilan pencak silat yang dibawakan oleh April dari
kelas 8D, Albi dan Gema dari kelas 8F, Grisela dari kelas 8G, serta Azka dari
kelas 9B, Andini dari kelas 9C, dan Irma dari kelas 9D. Di bawah asuhan Teguh,
para murid memperlihatkan keterampilan gerak, ketangkasan, kedisiplinan, serta
semangat melestarikan seni bela diri tradisional Indonesia.
Tidak kalah menarik,
kelas 8B di bawah bimbingan wali kelas Pramita Risma menghadirkan Drama
Musikal/Sendratari Roro Jonggrang. Kisah legendaris yang berkembang dalam
tradisi budaya Jawa tersebut dikemas menjadi sajian panggung yang menggabungkan
unsur cerita dan seni pertunjukan.
Sebagai penutup
rangkaian utama, kelas 8A di bawah bimbingan wali kelas Dwi Yuniati
mempersembahkan Drama Musikal/Sendratari Anoman Obong. Kisah heroik dari
dunia pewayangan ini menjadi penutup yang menyemarakkan Festival Seni Gemilang
hingga akhir acara.
Setiap penampilan menunjukkan bahwa murid memiliki ruang untuk menjadi pelaku seni, bukan sekadar penikmat. Mereka belajar merancang gagasan, membangun kekompakan, mengelola persiapan, dan mempertanggungjawabkan hasil karya di hadapan publik.
Cek Kesehatan
Gratis, Lengkapi Semarak Festival
Festival Seni Gemilang
juga menghadirkan kegiatan Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang dilaksanakan
oleh Puskesmas Maos. Kehadiran layanan kesehatan ini menjadi bagian dari upaya
memeriahkan kegiatan sekaligus memberikan manfaat tambahan bagi masyarakat yang
hadir.
Ketua Panitia Festival
Seni Gemilang, Agus Misbahudin, menyampaikan rasa syukur atas kelancaran
penyelenggaraan acara. Menurutnya, antusiasme masyarakat yang begitu besar
menjadi kebahagiaan tersendiri bagi seluruh panitia dan keluarga besar SMP
Negeri 1 Maos.
“Kami bersyukur
Festival Seni Gemilang dapat berjalan lancar dan sukses. Antusiasme masyarakat
sangat luar biasa. Penonton yang hadir membludak, dan kami merasa bahagia
melihat masyarakat menikmati rangkaian pertunjukan yang disajikan oleh
anak-anak. Kami berharap kegiatan ini tidak hanya menjadi hiburan, tetapi juga
memberikan pengalaman berharga bagi murid untuk terus berkarya dan
berprestasi,” ungkapnya.
Ia juga menyampaikan
apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan,
mulai dari panitia, guru, tenaga kependidikan, wali kelas, murid, orang tua,
komite sekolah, pemerintah desa, hingga masyarakat yang turut hadir memberikan
dukungan.
Dari Panggung Seni
Menuju Generasi Gemilang
Keberhasilan Festival
Seni Gemilang menjadi bukti bahwa sekolah dapat menghadirkan pembelajaran yang
menyenangkan sekaligus bermakna melalui kolaborasi antara dunia pendidikan dan
masyarakat.
Di atas panggung,
murid belajar berani bermimpi dan menunjukkan kemampuan. Di balik panggung,
mereka berlatih disiplin, bekerja sama, menyelesaikan persoalan, serta
menghargai peran setiap anggota tim. Sementara itu, masyarakat mendapatkan
hiburan yang mempertemukan nilai pendidikan, seni, budaya, dan kebersamaan.
Malam itu, Lapangan
Desa Karang Kemiri bukan hanya menjadi tempat pertunjukan. Ia menjelma ruang
perjumpaan antara sekolah dan masyarakat, antara kreativitas dan apresiasi,
serta antara potensi hari ini dan harapan masa depan.
Festival Seni Gemilang
pun menegaskan pesan bahwa setiap anak memiliki cahaya dan potensi yang layak
diberi ruang untuk tumbuh. Ketika kesempatan, pendampingan, dan dukungan
masyarakat bertemu, karya-karya terbaik dapat lahir dari lingkungan sekolah.
SMP Negeri 1 Maos
terus melangkah dengan semangat: “Satu Visi, Satu Hati Mewujudkan Generasi
Spensamas Gemilang.” Sebuah
ikhtiar untuk menjadikan pendidikan bukan hanya tentang apa yang dipelajari di
kelas, tetapi juga tentang keberanian berkarya, keluhuran karakter, dan
kemampuan menghadirkan manfaat bagi sesama.


