SIGIT KINDARTO

"SELAMAT DATANG DI BLOG SANG OEMAR BAKRI"

Senin, 19 Januari 2026

Paskibraka (Pasukan Pengibar Bendera Pusaka)

 Oleh:

Sigit Kindarto, M.Pd.

P

ada setiap peringatan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Reppublik Indonesia (HUT RI) yang diperingati pada 17 Agustus setiap tahunnya, sering yang menjadi focus perhatian adalah petugas yang mengibarkan Bendera Merah Putih saat dilaksanakan upacara. Petugas pengibar bendera yang tampak gagah/cantik, berwibawa, penuh semangat dalam menjalankan tugas.

Bagaimana perjalanan sampai tercetusnya Paskibraka ini dapat Sahabat Brilliant simak melalui ulasan ini. Gagasan Paskibraka lahir pada tahun 1946, pada saat ibu kota Indonesia dipindahkan ke Yogyakarta. Memperingati HUT Proklamasi Kemerdekaan RI yang ke-1 (pertama), Presiden Soekarno memerintahkan salah satu ajudannya, Mayor (Laut) Husein Mutahar, untuk menyiapkan pengibaran bendera pusaka di halaman Istana Gedung Agung Yogyakarta. Pada saat itulah, di benak Mutahar terlintas suatu gagasan bahwa sebaiknya pengibaran bendera pusaka dilakukan oleh para pemuda dari seluruh penjuru Tanah Air, karena mereka adalah generasi penerus perjuangan bangsa yang bertugas. Tetapi, karena gagasan itu tidak mungkin terlaksana, maka Mutahar hanya bisa menghadirkan lima orang pemuda (3 putra dan 2 putri) yang berasal dari berbagai daerah dan kebetulan sedang berada di Yogyakarta, salah satunya Siti Dewi Sutan Assin. Lima orang tersebut melambangkan Pancasila. Sejak itu, sampai tahun 1949, pengibaran bendera di Yogyakarta tetap dilaksanakan dengan cara yang samahttps://www.quipper.com/id/blog/wp-content/uploads/2019/06/Mari-Mengenal-Sejarah-Paskibra-hingga-Makna-Lambangnya.png

 

Ketika Ibu kota dikembalikan ke Jakarta pada tahun 1950, Mutahar tidak lagi menangani pengibaran bendera pusaka. Pengibaran bendera pusaka pada setiap 17 Agustus di Istana Merdeka dilaksanakan oleh Rumah Tangga Kepresidenan sampai tahun 1966. Selama periode itu, para pengibar bendera diambil dari para pelajar dan mahasiswa yang ada di Jakarta.

Pada tahun 1967, Husein Mutahar dipanggil Presiden Soeharto untuk menangani lagi masalah pengibaran bendera pusaka. Dengan ide dasar dari pelaksanaan tahun 1946 di Yogyakarta, dia kemudian mengembangkan lagi formasi pengibaran menjadi 3 kelompok yang dinamai sesuai jumlah anggotanya, yaitu:

·       Pasukan 17 / pengiring (pemandu),

·       Pasukan 8 / pembawa bendera (inti),

·       Pasukan 45 / pengawal

Sahabat Brilliant, Jumlah tersebut merupakan simbol dari tanggal Proklamasi Kemerdekaan RI, 17 Agustus 1945 (17-8-45). Pada waktu itu dengan situasi kondisi yang ada, Mutahar hanya melibatkan putra daerah yang ada di Jakarta dan menjadi anggota Text Box: Laporan UtamaPandu/Pramuka untuk melaksanakan tugas pengibaran bendera pusaka. Rencana semula, untuk kelompok 45 (pengawal) akan terdiri dari para taruna AKABRI (Generasi Muda ABRI) namun tidak dapat dilaksanakan. Usul lain menggunakan anggota pasukan khusus ABRI (seperti RPKAD) juga tidak mudah. Akhirnya ditugaskanlah dari Paspampres yang mudah dihubungi karena mereka bertugas di lingkungan Istana Kepresidenan Jakarta.

Mulai tanggal 17 Agustus 1968, petugas pengibar bendera pusaka adalah para pemuda utusan provinsi. Tetapi karena belum seluruh provinsi mengirimkan utusan sehingga masih harus ditambah oleh eks-anggota pasukan tahun 1967.

Pada tanggal 5 Agustus 1969, di Istana Negara Jakarta berlangsung upacara penyerahan duplikat Bendera Pusaka Merah Putih dan reproduksi Naskah Proklamasi oleh Soeharto kepada Gubernur/Kepala Daerah Tingkat I seluruh Indonesia. Bendera duplikat (yang terdiri dari 6 carik kain) mulai dikibarkan menggantikan Bendera Pusaka pada upacara HUT RI 17 Agustus 1969 di Istana Merdeka Jakarta, sedangkan Bendera Pusaka bertugas mendampingi bendera duplikat yang akan dikibar/diturunkan.

Sahabat Brilliant, Mulai tahun 1969 itu, anggota pengibar bendera pusaka adalah para remaja siswa SLTA se-Indonesia yang merupakan utusan dari seluruh provinsi di Indonesia, dan tiap provinsi diwakili oleh sepasang remaja putra dan putri. Istilah yang digunakan dari tahun 1967 sampai tahun 1972 masih Pasukan Pengerek Bendera Pusaka. Baru pada tahun 1973Idik Sulaeman melontarkan suatu nama untuk Pengibar Bendera Pusaka dengan sebutan "Paskibraka". PAS berasal dari PASukan, KIB berasal dari KIBar mengandung pengertian pengibar, RA berarti bendeRA dan KA berarti PusaKA. Mulai saat itu, anggota pengibar bendera pusaka disebut Paskibraka.

 

*) Penulis adalah Kepala SMPN 2 Kedungreja, Aktif sebagai Ketua Umum K’Gum (Komunitas Guru Menulis Kabupaten Cilacap dan Penanggung Jawab Majalah Siswa “Cahya Widya” milik K’Gum Cilacap, dan Penanggung Jawab Majalah Buletin Brilliant Corner (BBC) SMPN 2 Kedungreja



Sigit Kindarto, S.Pd., M.Pd. : PASIR MERAPI BERKADAR EMAS Dari Lereng Merapi Merengkuh Imaji

Oleh: Reporter BBC

 


B

apak Sigit Kindarto, S.Pd., M.Pd., kelahiran Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, 01 Mei 1970 menjabat sebagai Kepala SMP Negeri 2 Kedungreja sejak 04 Oktober 2022. Sosok ASN muda yang energik ini  bukan tanpa halangan dalam meniti karir. Semangat, Inovatif dan loyalitas untuk mengabdikan diri menjadikan beliau sukses sebagai guru yang mendapatkan banyak prestasi sampai dengan tahun 2022.

Bapak Sigit Kindarto dilahirkan dari kedua orang tua bernama Bapak H. Bedjo Pujodarsono dan Ibu Hj. Srini Martodimejo berasal dari sebuah dusun pedalaman yang terletak di Lereng Gunung Merapi tepatnya Dusun Kalibulus, Bimomartani, Ngemplak, Sleman, Yogyakarta. Gunung Merapi yang jika meletus menyemburkan pasir kehidupan bagi para penambangnya. Bak butiran emas yang terus digali menjadi mata pencahariannya.

Beliau merupakan putra ke-4 dari 5 orang bersaudara dari keluarga sederhana yaitu (alm) Endang Wahyuni,  kemudian kakak keduanya Hj. Dwi Hastuti Susilowati, S.Pd., menjadi Guru SD di Minomartani Ngaglik Sleman, Kakak ketiga bernama  Drs. H. Tri Yuniyanto, M.Hum., seorang dosen di FKIP UNS Surakarta Jurusan Pendidikan Sejarah, dan adiknya bernama Hj. Retno Handayani, S.Km., M.M. Kepala Puskesmas dan seorang Ahli Kesehatan Lingkungan Masyarakat di Dinkes Wonosari Gunung Kidul DIY. Sebuah anugerah dari keluarga sederhana alhamdulillah semua keturunan dari Bapak H. Bedjo Pujodarsono semuanya mampu menyelesaikan pendidikan tingkat sarjana bahkan sampai Pascasarjana dan telah menyempurnakan rukun Islamnya.

Bapak Sigit Kindarto memiliki keluarga kecil yang harmonis dengan istri bernama Ibu Novi Fitriyatul Wahdiyati, S.Pd., M.Pd. dan satu putra bernama Daffa Aulia Adzkar Nafis yang saat ini sedang kuliah mengambil Jurusan Sastra Jepang di Udinus Semarang. Sekarang beliau tinggal di Perumahan Griya Jembar Lestari No. 65 RT 02 RW 20 Gumilir Cilacap Jawa Tengah sejak 9 Maret 2009 bertepatan dengan Peringatan Maulid Nabi.

 

Jejak Pendidikan

Bapak Sigit Kindarto meski berasal dari daerah terpencil di Lereng Gunung Merapi, tetapi orangtunya sangat memperhatikan pendidikannya. Oleh karenanya dengan motivasi diri yang kuat, dari Lereng Merapi ingin Merengkuh Imajinya. Rangkaian Perjalanan pendidikannya dimulai dari : Pendidikan  Dasar di SD Negeri Koroulon II dan diselesaikan pada tahun 1983, ketika sekolah kami jalan kaki, seringnya tidak pakai sepatu karena jaman itu sepatu merupakan barang langka dan mewah bagi sebagian besar masyarakat.

Kemudian melanjutkan Pendidikan Menengah di SMP Negeri Bimomartani, dan lulus Tahun 1983. Jarak dengan rumah dan sekolah cuma 200 M, dan saat di sekolah ini prestasi biasa saja. Selanjutnya melanjutkan pendidikan di SMA Negeri Ngaglik, dan lulus Tahun 1986. Jarak ke sekolah lumayan jauh sekitar 15 KM, oleh Bapaknya dibelikan sepeda balap warna merah, dan sepeda inilah yang menemani serta setia mengantarkan dalam meniti kegarangan ilmu. Selama tiga tahun belajar di SMA selalu giat dalam belajar dan Text Box: Profil Tokohalhamdulillah mendapat prestasi yang lumayan yaitu dalam ranking 1 di kelas  Jurusan A3 (IPS).

Selesai SMA Bapak Sigit Kidarto diterima di Pendidikan Tinggi S1 FKIP Jurusan Sejarah UNS Surakarta. Tujuannya masuk FKIP adalah mendidik anak bangsa untuk bisa bersikap jujur, adil bertanggungjawab dan berintegritas dalam setiap langkah hidupnya baik sebagai anggota masyarakat maupun ketika menjalankan profesinya. 
Selama kuliah ini aktif di Majalah Kampus dan menjadi  Ketua Himpunan Mahasiswa Jurusan Sejarah, dan Lulus tercepat dari teman - teman satu angkatannya yang ditempuh selama 4 tahun 4 bulan.

Lulus dari S1 Tahun 1995 mengikuti seleksi di Program Pascasarjana Jurusan Pendidikan Sejarah IKIP Jakarta. Ada 2 tes yang  diikuti yaitu tes masuk S2 di IKIP Jakarta dan tes Beasiswa Program URGE dari Amerika (USAID) di UGM. Hasil dari tes tersebut keduanya dapat memenuhi batas yang ditentukan, sehingga dinyatakan diterima di Program S2 IKIP Jakarta, tetapi tidak dijalani karena terkendala beasiswa dari Amerika tidak dapat dicairkan karena usianya lebih 4 bulan dari yang ditentukan. Ketentuan penerima beasiswa URGE Amerika adalah pada 1 September 1995 usia maksimal adalah 25 tahun, sedangkan Bapak Sigit telah mencapai usia 25 pada 1 Mei 1995, sehingga melayanglah cita-cita untuk melanjutkan kuliah S2.

Selepas wisuda itu kemudian menjadi  tentor pada Lembaga Bimbingan Belajar "Ganesha Operation Yogyakarta" yang beralamat di Jalan Magelang pada tahun 1996. kemudian Perjalanan karir sebagai Guru diawali   :

1.       Guru IPS SMP Islam Al-Irsyad Cilacap dari tahun 1998 - 2000 Kemudian pindah ke Yogyakarta mengajar SMA Kolombo.

2.       Guru IPS Sejarah di SMA Kolombo Yogyakarta dari tahun 2000 - 2001, sekolah yang mayoritas siswanya berasal dari luar DIY / luar Pulau Jawa

3.       Selepas dari SMA Kolombo kembali ke Cilacap menjadi Dosen di IAIIG Kesugihan Cilacap untuk mengajar Mata Kuliah Komunikasi di Fakultas Dakwah Kampus Gligir dan Mata Kuliah Strategi Belajar Mengajar di Fakultas Tarbiyah Kampus Kompleks Masjid Pertamina UP IV Cilacap dari 2001 - 2003

4.       Kemudian selepas dari IAIIG Cilacap, mendirikan Lembaga Bimbingan Belajar Graha Matika Yogyakarta di Purwokerto. Beliau adalah Owner dan Manager Lembaga Bimbingan Belajar Graha Matika Yogyakarta di Purwokerto dari 2002 - 2005. Lembaga ini khusus bergerak di bidang pembinaan kecepatan berhitung menggunakan Sempoa kepada peserta. Dalam lembaga ini mempunyai 651 murid dari SD sampai SMP dengan 7 Tenaga Pengajar lulusan dari Universitas Negeri di Purwokerto dan sebagai Tenaga Administrasi.

5.       Setelah LBB Graha Matika mengalami penurunan aktivitas, kemudian mendaftarkan diri menjadi Guru Bantu dan oleh Disdikpora ditempatkan di SMP Pemda 2 Kesugihan Cilacap. Meski tergolong baru di lingkungan ini tapi kemudian dipercaya menjadi Wakil Kepala Sekolah Urusan Kurikulum di Sekolah ini dari 2003 - 2007.

6.       Ketika diangkat menjadi Guru PNS ditempatkan di SMP Negeri 7 Cilacap dari tahun 2008 - 2022. Sahabat Brilliant Pada tahun 2012  Mengikuti Program Pascasarjana Jurusan PIPS di UNY Yogyakarta atas beasiswa penuh dari P2TK Dikdas Kemdikbud.

 

Kuliah di Pascasarjana ini merupakan program yang seleksinya diadakan oleh P2TK Kemdikbud khusus untuk guru-guru SMP se-Indonesia bekerja sama dengan 4 Perguruan Tinggi Negeri. Peserta seleksi berjumlah 1.865 orang guru dan hanya diambil 450 orang guru untuk difasilitasi kuliah pascasarjana yang terbagi ke 4 (empat) LPTK yaitu UPI Bandung, UNY Yogyakarta, Unesa Surabaya dan Unema Malang.

Dan beliau termasuk salah satu dari 450 guru yang mendapatkan beasiswa tersebut. Ini menunjukkan bahwa rencana Alloh lebih baik dari rencana manusia. Sahabat Briliant, Cita-cita sekolah beliau untuk dapat kuliah S2 baru terlaksana setelah harus bersabar menunggu selama 17 tahun. Kuliah ini dapat diselesaikan dalam waktu 18 bulan, alhamdulillah bisa lulus tercepat kedua dengan prestasi Cumlaude IPKnya sebesar 3,82.

7.       Text Box: Profil TokohKepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Cilacap mempromosikan beliau dari guru untuk menjadi kepala sekolah dan oleh Bupati diberikan SK pada tanggal 4 Oktober 2022 untuk menjadi Kepala di SMP Negeri 2 Kedungreja.

 

Pengalaman Religi

Pada 25 Januari 2011, jam 14.00 sepulang dari sekolah secara tak terduga diajak istri untuk ke puskemas untuk cek kesehatan dan dilanjutkan ke Kemenag Cilacap untuk mendaftarkan diri menjadi Calon Jamaah Haji Indoesia dari Kabupaten Cilacap. Dan setelah menunggu antrian 6 tahun alhamdulillah nikmat Alloh SWT berlimpah ketika pada 27 Juli 2017 dapat memenuhi panggilan-Nya tergabung dalam Gelombang I Kloter 03 SOC Solo bersama KBIH NU Cilacap terbang dari Bandara Embarkasi Donohudan tanggal 28 Juli pukul 23.00 untuk berziarah di Kota Suci Mekhah dan Madinah untuk menyempurnakan rukun Islam bersama Istri (Novi Fitriyatul Wahdiyati) dan Ayah (Bedjo Pujodarsono), Kakak (Dwi Hastuti Susilowati) dan Kakak Ipar (Istadi) dari Kabupaten Sleman. Semoga kemabruran akan tetap terjaga.

Di Mekhah

 

Ada prestasi yang tercatatkan yang dapat menginspirasi Sahabat Briliant semuanya, diantaranya :

1.       Menjadi Pemenang Karya Tulis Ilmiah dalam Simposium Nasional Guru dan Tenaga Pendidikan yang diadakan oleh Kemdikbud pada tahun 2015. Hadiahnya uang Rp. 5.000.000 + 1 buah Laptop Touchscreen Lenovo, tinggal di Hotel Bintang Lima di Hotel Diraja di Jakarta dan dapat mengikuti rangkaian peringatan Hari Guru Nasional di Istora Senayan bersama Presiden Jokowi dan Bapak Menteri Pendidikan Prof. Anis Baswedan, Ph.D.

https://1.bp.blogspot.com/-0fJAL1e_46E/V-p3dIDpL1I/AAAAAAAAAhg/10BzT9cXlEsUIYZP8R5bmg9uOwV0YjIRwCLcB/s320/13680763_10205110162633309_1292541315447549888_n.jpg

Bersama Mendikbud

Bpk. Prof. Anies Baswedan, S.E., MPP., Ph.D.

 

2.       Terpilih menjadi Juara 1 dalam pemilihan Guru SMP Berprestasi Tingkat Kabupaten Cilacap tahun 2016 dan mendapatkan penghargaan dari Bupati Cilacap, Bapak Tatto Suwarto Pamuji, sehingga mewakili Kabupaten Cilacap untuk maju dalam pemilihan Guru SMP Berprestasi Tingkat Provinsi Jawa Tengah di Semarang.

https://2.bp.blogspot.com/-kcB9omQ3ABc/V-p2eTi-YuI/AAAAAAAAAhc/X-ISoAsUEq4DEhwEhkMYpeoX4s_kksTuwCLcB/s640/P_20160502_090451.jpg

Bersama Bupati Cilacap, Bpk. Tatto Suwarto Pamuji

 

3.       Terpilih menjadi Juara 2 dalam Lomba Best Practice PGRI tahun 2018 dalam rangka Hari Guru dan HUT ke 73 PGRI  Kabupaten Cilacap dengan judul karya "Pemanfaatan Aplikasi WA sebagai media Pembelajaran IPS di SMP Negeri 7 Cilacap tahun 2018"

4.       Terpilih sebagai Pemrasaran dalam Seminar Nasional Guru Dikdas Berprestasi Kesharlindung Dikdas Kemdikbud tahun  2018 dengan judul paparan "Bintang Prestasi Jurus Jitu Membentuk Karakter Jujur di SMP Negeri 7 Cilacap"

5.       Terpilih menjadi Juara 1 Lomba Best Practice PGRI Tahun 2019 dalam rangka Hari Guru dan HUT ke 74 PGRI Kabupaten Cilacap dengan judul karya "Menulis Dengan Suara Untuk Mewujudkan Siswa Mahir Berliterasi Tulis  Berbasis Text Box: Profil TokohLingkungan Pada Materi Bentang Alam Di SMP Negeri 7 Cilacap "

6.       https://1.bp.blogspot.com/-gAc8EDpcs8M/XfizhY8wYwI/AAAAAAAAh6E/Dzjd7-DSW4oCRre5IUBbVUKiSgL3qNzNwCNcBGAsYHQ/s320/IMG20190925074454.jpgFinalis (Inobel) Inovasi Pembelajaran Kemdikbud tahun 2019 kelas IPSPB. Inobel ini merupakan lomba paling prestisius bagi Bapak Ibu Guru di Indonesia dan hanya ada 34 orang guru se Indonesia yang terpilih dari setiap kategori yang dilombakan.

7.       Terpilih sebagai Pemrasaran kegiatan Simposium Nasional Guru Dikdas Berprestasi Kesharlindung Dikdas Kemdikbud tahun 2019

https://1.bp.blogspot.com/-EIeC-rBmTNY/Xfi0tXfXilI/AAAAAAAAh6Q/G11DBijdmhIuEO5KerNAsta4VJ6s0rjsQCNcBGAsYHQ/s1600/simposium.jpg

Bersama Bpk. Sumarna Surapranata, Ph.D.

Dirjen GTK Kemdikbud

8.       Terpilih menjadi Juara Harapan I Guru Berdedikasi Tingkat Provinsi Jawa Tengah yang diadakan oleh PGRI Provinsi Jawa Tengah pada tahun 2020

https://blogger.googleusercontent.com/img/a/AVvXsEiR9YHLRZJSV54XsoL4oJP6gioeokCEwJjmxqq7dp52CIC-FbOOOR4_Dxlv2oB3vxKFMbodrY6j6PY4lFs_amvg5JP9hxDYCPXmDyfOswEHXpM8ufanUnTOWsTvWW0uaGoAqI1jLLq4yZrjOej7u1TC5nZGEky_YGx9Br5xm3jfmJqag8wg0Miao7ZIWA=s320

9.       Terpilih menjadi Fasilitator Daerah (Fasda) Pembelajaran TERBAIK Tanoto Foundation Tingkat Provinsi Jawa Tengah pada tahun 2020

https://1.bp.blogspot.com/-et70I7CfBHI/YQCUMJE3lmI/AAAAAAAAulk/MJOk2Xz0HMs5YTplN6AKkawkyWcC3zj-wCNcBGAsYHQ/s320/Penghargaan%2BTAnoto.png

 

10.   https://1.bp.blogspot.com/-SuPR-lZcQ08/YP-LH5n9wUI/AAAAAAAAuj0/JvuBYDPnefsBneFUIyiZKGS2-cE2uN6SgCNcBGAsYHQ/s320/13.pngMenjadi 5 Nominator Terbaik Tingkat Nasional Fasilitator Daerah Penggerak Tanoto Foundation yang diadakan pada Tanoto Foundation Gathering tahun 2020

11.   Menerima penghargaan dari Bupati Cilacap pada Peringatan Hari Pahlawan Tingkat Kabupaten Cilacap tahun 2021

https://blogger.googleusercontent.com/img/a/AVvXsEgPreBLXPz5sk1azmt-TMoq4VQ6cegp1HWEczUtHq5msQm-Q2HMNmN_Sn9JU0O90sXQ3PziH-iE544D9BCh0YOUDVGWH9tTgh0_zlbpsjGfK_xDkw-tk16-SW5bWvkFSfH3lLmBTkMvZdDPc6_VaC4Vcowi8-6_k_rNzvI7mJCWhNEzh3xkkoFdzuJnMw=w400-h260

12.   Juara III Guru Berprestasi Tingkat DIY dan Jawa Tengah pada Pemilihan Guru Berprestasi dan Inovatif yang diadakan oleh Magister IPS Universitas PGRI Yogyakarta tahun 2022

 

Sahabat Brilliant,

Bapak Sigit Kindarto di SMP Negeri 2 Kedungreja bersama-sama Ibu Bapak guru dan karyawannya sedang menapaki rute perjalanan membawa sekolah tercinta ini menjadi pilihan utama masyarakat untuk menyekolahkan putra-putrinya. Ada beberapa program yang telah diluncurkan menjadi trade mark SMP Negeri 2 Kedungreja, diantaranya adalah :

1.         Sekolah Negeri Berbasis Religi, yaitu sekolah negeri dengan muatan agama yang banyak baik untuk yang beragama Islam maupun non muslim.

2.         Sekolah Negeri Berbasis Seni yaitu memfasilitasi peserta didik untuk mau dan mampu berkreasi seni dalam pengertian luas, baik secara individu maupun kelompok kelas. Kemampuan seninya ini akan ditampilkan dalam panggung kreasi yang diadakan secara bergilir untuk disaksikan oleh orangtua maupun teman-teman lainnya, secara luring dan daring di youtube smn2kedungreja.