SIGIT KINDARTO

"SELAMAT DATANG DI BLOG SANG OEMAR BAKRI"

Senin, 19 Januari 2026

CAHAYA DI UJUNG JUZ : Aksi Karya dari Implementasi Boarding SchoolCAHAYA DI UJUNG JUZ : Aksi Karya dari Implementasi Boarding School

Oleh

Sigit Kindarto, S.Pd., M.Pd.

 


Di tengah gemuruh zaman dan tantangan moral yang kian kompleks, SMP Negeri 2 Kedungreja terus berikhtiar menghadirkan generasi muda yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga kuat dalam spiritualitas dan akhlak. Salah satu upaya nyata yang telah dilakukan adalah penyelenggaraan program boarding school atau sekolah berasrama, bekerja sama dengan Pondok Pesantren Bandaramas Jatisari Kedungreja yang diasuh langsung oleh Romo Kyai Mashadi Sya’roni, sosok kharismatik yang dikenal luas dalam membina generasi Qur’ani. Dan Pondok Pesantren Al-Itcon Bumireja, dengan Pengasuh Romo Kyai Syahrir Hambali. Program Boarding School ini diresmikan pelaksanaanya sejak 10 November 2023 yang ditandai dengan penyerahan santri/siswa dari pihak sekolah kepada pengasuh pondok di Al-Itcon dan Bandaramas.

Program boarding school ini menjadi alternatif sekaligus pelengkap pendidikan formal, di mana para peserta didik tidak hanya belajar mata pelajaran umum, tetapi juga mengikuti kegiatan kepesantrenan, termasuk pembinaan tahfidzul Qur’an secara rutin dan terstruktur. Salah satu pencapaian paling membanggakan dari program ini adalah keberhasilan sejumlah santri dalam menyelesaikan hafalan Juz ke-30 (Juz 'Amma), bagian penting dari Al-Qur’an yang menjadi fondasi awal para penghafal Kitabullah.

Kegiatan ini bukan semata menghafal, tetapi juga menanamkan kedalaman makna dan adab terhadap Al-Qur’an. Para santri menjalani proses panjang, dimulai dari setoran harian, pembinaan makhraj huruf, pelatihan tajwid, hingga evaluasi berkala yang ketat. Dan khusus untuk Pondok Pesantren Bandaramas telah berhasil mengkhatamkan Juz 30 dengan kegiatan halaqoh atau ujian terbuka, sebuah momen sakral di mana santri diminta membacakan hafalan secara langsung di hadapan Kyai Mashadi, dewan asatidz, serta perwakilan dari pihak sekolah.

Dalam suasana tenang dan penuh khidmat, satu per satu santri maju ke depan. Mereka duduk bersila, dengan wajah teduh dan suara yang gemetar oleh getar keikhlasan. Suasana menjadi hening ketika lantunan ayat-ayat suci bergema, menembus hati hadirin yang menyaksikan. Tidak sedikit yang menitikkan air mata haru, melihat anak-anak yang masih belia mampu menaklukkan tantangan hafalan dan menyampaikannya dengan penuh keyakinan dan adab.

Setelah dinyatakan lulus dalam halaqoh, para santri mengikuti prosesi wisuda Khatmil Qur’an yang digelar secara sederhana namun bermakna. Acara tersebut tidak hanya menjadi selebrasi atas capaian pribadi para santri, tetapi juga simbol keberhasilan kolaborasi antara institusi pendidikan formal dan lembaga pesantren. Dengan mengenakan busana putih bersih dan selempang bertuliskan Wisudawan Khatmil Qur’an Juz 30, para santri menerima sertifikat dan nasihat langsung dari Romo Kyai Mashadi, yang mengingatkan mereka agar tidak berhenti pada hafalan, tetapi terus meningkatkan kualitas bacaan, pemahaman, dan pengamalan isi Al-Qur’an.

Tak hanya pihak pesantren dan sekolah yang merasa bangga, para orang tua yang hadir pun tak mampu menyembunyikan rasa haru mereka. Sebagian bahkan menangis saat nama anaknya dipanggil dan dipersilakan maju menerima ijazah Khatmil Qur’an. Dalam pelukan hangat dan doa yang dilangitkan bersama, terselip harapan besar agar para wisudawan ini kelak menjadi lentera di tengah masyarakat—membawa cahaya Al-Qur’an dalam ucapan, tindakan, dan akhlaknya.

Kegiatan ini menjadi inspirasi bahwa meskipun berada di sekolah negeri, pendidikan agama yang intensif tetap dapat dikembangkan dengan baik melalui kerja sama yang sinergis. Program boarding school SMP Negeri 2 Kedungreja adalah bukti bahwa dengan niat dan manajemen yang kuat, pendidikan yang menyatu antara dunia dan akhirat bukanlah mimpi semu.

Peserta kegiatan boarding school ini sejak dibuka pendaftarannya pada bulan Juli 2023 berjumlah 63 siswa kelas VII yang kemudian mengikuti boarding school yang dibagi penempatannya di kedua pondok tersebut, yaitu Pondok Al-Itcon dan Pondok Bandaramas. Melalui program ini pula, semangat mencintai dan menghafal Al-Qur’an tidak hanya menjadi milik para santri, tapi menjalar ke seluruh elemen sekolah. Tidak sedikit siswa lain yang kini terinspirasi untuk ikut bergabung dalam program tahfidz, bahkan beberapa guru mulai terlibat aktif dalam pendampingan keagamaan.

Dengan semangat yang sama, SMP Negeri 2 Kedungreja terus membuka ruang seluas-luasnya bagi peserta didik untuk tumbuh dalam lingkungan yang tidak hanya mendukung kecerdasan intelektual, tetapi juga memperkokoh fondasi iman dan takwa. Wisuda Khatmil Qur’an ini bukanlah akhir, melainkan awal dari perjalanan panjang menuju generasi rahmatan lil 'alamin yang akan membawa kebaikan di bumi Nusantara tercinta.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar