Oleh
Sigit Kindarto, S.Pd., M.Pd.
Di tengah gemuruh zaman dan tantangan moral yang kian kompleks, SMP Negeri 2 Kedungreja terus berikhtiar menghadirkan generasi muda yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga kuat dalam spiritualitas dan akhlak. Salah satu upaya nyata yang telah dilakukan adalah penyelenggaraan program boarding school atau sekolah berasrama, bekerja sama dengan Pondok Pesantren Bandaramas Jatisari Kedungreja yang diasuh langsung oleh Romo Kyai Mashadi Sya’roni, sosok kharismatik yang dikenal luas dalam membina generasi Qur’ani. Dan Pondok Pesantren Al-Itcon Bumireja, dengan Pengasuh Romo Kyai Syahrir Hambali. Program Boarding School ini diresmikan pelaksanaanya sejak 10 November 2023 yang ditandai dengan penyerahan santri/siswa dari pihak sekolah kepada pengasuh pondok di Al-Itcon dan Bandaramas.
Program boarding school ini
menjadi alternatif sekaligus pelengkap pendidikan formal, di mana para peserta
didik tidak hanya belajar mata pelajaran umum, tetapi juga mengikuti kegiatan
kepesantrenan, termasuk pembinaan tahfidzul Qur’an secara rutin dan
terstruktur. Salah satu pencapaian paling membanggakan dari program ini adalah
keberhasilan sejumlah santri dalam menyelesaikan hafalan Juz ke-30 (Juz
'Amma), bagian penting dari Al-Qur’an yang menjadi fondasi awal para
penghafal Kitabullah.
Kegiatan ini bukan semata menghafal, tetapi juga menanamkan kedalaman makna
dan adab terhadap Al-Qur’an. Para santri menjalani proses panjang, dimulai dari
setoran harian, pembinaan makhraj huruf, pelatihan tajwid, hingga evaluasi
berkala yang ketat. Dan khusus untuk Pondok Pesantren Bandaramas telah berhasil
mengkhatamkan Juz 30 dengan kegiatan halaqoh atau ujian terbuka,
sebuah momen sakral di mana santri diminta membacakan hafalan secara langsung
di hadapan Kyai Mashadi, dewan asatidz, serta perwakilan dari pihak sekolah.
Dalam suasana tenang dan penuh khidmat, satu per satu santri maju ke depan.
Mereka duduk bersila, dengan wajah teduh dan suara yang gemetar oleh getar
keikhlasan. Suasana menjadi hening ketika lantunan ayat-ayat suci bergema,
menembus hati hadirin yang menyaksikan. Tidak sedikit yang menitikkan air mata
haru, melihat anak-anak yang masih belia mampu menaklukkan tantangan hafalan
dan menyampaikannya dengan penuh keyakinan dan adab.
Setelah dinyatakan lulus dalam halaqoh, para santri mengikuti prosesi wisuda
Khatmil Qur’an yang digelar secara sederhana namun bermakna. Acara
tersebut tidak hanya menjadi selebrasi atas capaian pribadi para santri, tetapi
juga simbol keberhasilan kolaborasi antara institusi pendidikan formal dan
lembaga pesantren. Dengan mengenakan busana putih bersih dan selempang
bertuliskan Wisudawan Khatmil Qur’an Juz 30, para santri menerima
sertifikat dan nasihat langsung dari Romo Kyai Mashadi, yang mengingatkan mereka
agar tidak berhenti pada hafalan, tetapi terus meningkatkan kualitas bacaan,
pemahaman, dan pengamalan isi Al-Qur’an.
Tak hanya pihak pesantren dan sekolah yang merasa bangga, para orang tua
yang hadir pun tak mampu menyembunyikan rasa haru mereka. Sebagian bahkan
menangis saat nama anaknya dipanggil dan dipersilakan maju menerima ijazah
Khatmil Qur’an. Dalam pelukan hangat dan doa yang dilangitkan bersama, terselip
harapan besar agar para wisudawan ini kelak menjadi lentera di tengah
masyarakat—membawa cahaya Al-Qur’an dalam ucapan, tindakan, dan akhlaknya.
Kegiatan ini menjadi inspirasi bahwa meskipun berada di sekolah negeri,
pendidikan agama yang intensif tetap dapat dikembangkan dengan baik melalui
kerja sama yang sinergis. Program boarding school SMP Negeri 2 Kedungreja
adalah bukti bahwa dengan niat dan manajemen yang kuat, pendidikan yang menyatu
antara dunia dan akhirat bukanlah mimpi semu.
Peserta kegiatan boarding school ini sejak dibuka pendaftarannya pada bulan
Juli 2023 berjumlah 63 siswa kelas VII yang kemudian mengikuti boarding school yang dibagi
penempatannya di kedua pondok tersebut, yaitu Pondok Al-Itcon dan Pondok
Bandaramas. Melalui program ini pula, semangat mencintai dan menghafal
Al-Qur’an tidak hanya menjadi milik para santri, tapi menjalar ke seluruh
elemen sekolah. Tidak sedikit siswa lain yang kini terinspirasi untuk ikut
bergabung dalam program tahfidz, bahkan beberapa guru mulai terlibat aktif
dalam pendampingan keagamaan.
Dengan semangat yang sama, SMP Negeri 2 Kedungreja terus membuka ruang
seluas-luasnya bagi peserta didik untuk tumbuh dalam lingkungan yang tidak
hanya mendukung kecerdasan intelektual, tetapi juga memperkokoh fondasi iman
dan takwa. Wisuda Khatmil Qur’an ini bukanlah akhir, melainkan awal dari
perjalanan panjang menuju generasi rahmatan lil 'alamin yang akan
membawa kebaikan di bumi Nusantara tercinta.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar