OSIS Widya Pratama Menyemai Asa Kepemimpinan Pelajar
Oleh :
Sigit Kindarto, S.Pd., M.Pd.
Sahabat
Brilliant, Di bawah langit pagi yang cerah, Senin, 17
November 2025, halaman SMP Negeri 2 Kedungreja menjadi saksi lahirnya
harapan-harapan baru. Bukan sekadar harapan tentang siapa yang akan terpilih,
melainkan tentang siapa yang siap memimpin dengan hati. Pemilihan Ketua OSIS
Widya Pratama yang digelar sekolah tersebut menjadi panggung pembelajaran
kepemimpinan sejak dini, sebagaimana terangkum dalam tema besar “Bersiap
Menjadi Pemimpin Sejak Muda.”
Kegiatan ini
berlangsung khidmat dan penuh makna, terlebih dengan kehadiran Bupati
Cilacap, Bapak Dr. Syamsul Aulia Rachman, S.STP., M.Si., yang secara
langsung memberikan motivasi kepada tiga pasang kandidat ketua dan wakil
ketua OSIS. Kehadiran orang nomor satu di Kabupaten Cilacap itu memberi bobot
moral tersendiri, seakan menegaskan bahwa proses kecil di sekolah hari ini
adalah pondasi besar bagi masa depan daerah dan bangsa. Bupati Cilacap berpesan
kepada ketiga kandidat yaitu pasangan 1) Diego H. dan Alfiani S., 2) Arya W dan
Fitri K., 3) Zain M dan Anna S. agar menjadikan pengalaman berdemokrasi yang
berharga untuk menyongsong kepemimpinan masa datang. Saat ini dengan pemilihan
ketua OSIS ini sudan menunjukkan diri sebagai insan yang telah Bersiap menjadi
Pemimpin sejak Muda.
Demokrasi Pelajar yang Mendidik Karakter
Pemilihan
Ketua OSIS Widya Pratama bukan sekadar rutinitas tahunan. Ia dirancang sebagai
wahana pendidikan karakter dan demokrasi pelajar. Sejak tahap penjaringan
calon, penyampaian visi-misi, hingga pemungutan suara, seluruh rangkaian
kegiatan menanamkan nilai kejujuran, sportivitas, dan tanggung jawab.
Tiga pasang
kandidat tampil dengan keberanian yang patut diapresiasi. Di balik seragam
sekolah yang sederhana, tersimpan tekad untuk belajar memimpin dan melayani.
Mereka menyampaikan gagasan bukan untuk saling menjatuhkan, melainkan untuk
saling menguatkan. Inilah pelajaran awal bahwa kepemimpinan tidak tumbuh dari
ego, tetapi dari kesadaran untuk memberi manfaat.
OSIS, dalam
konteks ini, menjadi ruang kecil dengan makna besar—tempat para siswa belajar
bahwa suara mereka penting, pilihan mereka bermakna, dan sikap mereka
mencerminkan masa depan.
Motivasi Bupati: Kepemimpinan Berawal dari Keberanian
Dalam
sambutannya, Bupati Cilacap menyampaikan pesan yang menggugah dan membumi.
Beliau menekankan bahwa kepemimpinan bukanlah soal usia atau jabatan, melainkan
keberanian untuk bertanggung jawab sejak dini.
“Pemimpin
besar tidak lahir tiba-tiba. Mereka tumbuh dari proses, dari keberanian untuk
mencoba, dari kegagalan yang diterima dengan lapang dada, dan dari niat tulus
untuk melayani,” ujar Bupati
di hadapan para kandidat dan siswa.
Beliau juga
mengingatkan bahwa menjadi pemimpin berarti siap mendengar, bukan hanya ingin
didengar. Siap melayani, bukan sekadar ingin dipuji. Pesan tersebut mengalir
tenang, namun menghunjam kesadaran para siswa bahwa kepemimpinan sejati selalu
berakar pada karakter.
Kata-kata
itu menjadi cahaya kecil yang menyala—cukup terang untuk menuntun langkah awal
para calon pemimpin muda Widya Pratama.
Belajar Menang, Belajar Menerima
Pemilihan
Ketua OSIS juga menjadi ruang pembelajaran tentang kedewasaan. Para siswa
belajar bahwa tidak semua keinginan harus berujung kemenangan. Ada kalanya kita
berdiri di puncak, ada kalanya kita belajar dari bawah. Namun keduanya
sama-sama berharga.
Bagi
kandidat yang terpilih, jabatan adalah amanah yang harus dijaga dengan kerja
nyata. Bagi yang belum terpilih, proses adalah guru terbaik yang mengajarkan
ketangguhan dan kerendahan hati. Karena dalam kepemimpinan, yang paling penting
bukanlah posisi, melainkan kontribusi.
Sekolah
memahami bahwa karakter tidak dibentuk lewat teori semata, melainkan lewat
pengalaman langsung. Maka pemilihan OSIS ini menjadi bagian penting dari
pendidikan jiwa—mendidik siswa agar berani bersikap, jujur dalam bertindak, dan
dewasa dalam menerima hasil.
Menanam Benih untuk Masa Depan Bangsa
Tema “Bersiap
Menjadi Pemimpin Sejak Muda” kini menjelma menjadi komitmen bersama warga
SMP Negeri 2 Kedungreja. Sekolah tidak hanya mencetak siswa berprestasi secara
akademik, tetapi juga generasi yang siap memimpin dengan nurani.
Dari halaman
sekolah ini, kepemimpinan ditanam bukan dengan paksaan, melainkan dengan
kepercayaan. Disiram dengan motivasi, dirawat dengan keteladanan, dan dibiarkan
tumbuh dengan kesadaran.
Kelak,
ketika para siswa ini melangkah ke jenjang yang lebih tinggi, mereka akan
mengingat satu hari penting—hari ketika mereka belajar bahwa memimpin bukan
tentang menjadi yang paling hebat, tetapi tentang menjadi yang paling siap
mengabdi.
Dan pada
hari itu, SMP Negeri 2 Kedungreja telah menunaikan perannya: menyemai benih
pemimpin masa depan, sejak usia muda, dari ruang-ruang kelas yang penuh
harapan.
Penulis : Kepala SMP Negeri 2 Kedungreja
Foto
kegiatannya

Tidak ada komentar:
Posting Komentar