SIGIT KINDARTO

"SELAMAT DATANG DI BLOG ....."SANG PENJAGA SEKOLAH"....."

Senin, 19 Januari 2026

BERSIAP MENJADI PEMIMPIN SEJAK MUDA:



OSIS Widya Pratama Menyemai Asa Kepemimpinan Pelajar

Oleh :

Sigit Kindarto, S.Pd., M.Pd.

Sahabat Brilliant,  Di bawah langit pagi yang cerah, Senin, 17 November 2025, halaman SMP Negeri 2 Kedungreja menjadi saksi lahirnya harapan-harapan baru. Bukan sekadar harapan tentang siapa yang akan terpilih, melainkan tentang siapa yang siap memimpin dengan hati. Pemilihan Ketua OSIS Widya Pratama yang digelar sekolah tersebut menjadi panggung pembelajaran kepemimpinan sejak dini, sebagaimana terangkum dalam tema besar “Bersiap Menjadi Pemimpin Sejak Muda.”

Kegiatan ini berlangsung khidmat dan penuh makna, terlebih dengan kehadiran Bupati Cilacap, Bapak Dr. Syamsul Aulia Rachman, S.STP., M.Si., yang secara langsung memberikan motivasi kepada tiga pasang kandidat ketua dan wakil ketua OSIS. Kehadiran orang nomor satu di Kabupaten Cilacap itu memberi bobot moral tersendiri, seakan menegaskan bahwa proses kecil di sekolah hari ini adalah pondasi besar bagi masa depan daerah dan bangsa. Bupati Cilacap berpesan kepada ketiga kandidat yaitu pasangan 1) Diego H. dan Alfiani S., 2) Arya W dan Fitri K., 3) Zain M dan Anna S. agar menjadikan pengalaman berdemokrasi yang berharga untuk menyongsong kepemimpinan masa datang. Saat ini dengan pemilihan ketua OSIS ini sudan menunjukkan diri sebagai insan yang telah Bersiap menjadi Pemimpin sejak Muda.

Demokrasi Pelajar yang Mendidik Karakter

Pemilihan Ketua OSIS Widya Pratama bukan sekadar rutinitas tahunan. Ia dirancang sebagai wahana pendidikan karakter dan demokrasi pelajar. Sejak tahap penjaringan calon, penyampaian visi-misi, hingga pemungutan suara, seluruh rangkaian kegiatan menanamkan nilai kejujuran, sportivitas, dan tanggung jawab.

Tiga pasang kandidat tampil dengan keberanian yang patut diapresiasi. Di balik seragam sekolah yang sederhana, tersimpan tekad untuk belajar memimpin dan melayani. Mereka menyampaikan gagasan bukan untuk saling menjatuhkan, melainkan untuk saling menguatkan. Inilah pelajaran awal bahwa kepemimpinan tidak tumbuh dari ego, tetapi dari kesadaran untuk memberi manfaat.

OSIS, dalam konteks ini, menjadi ruang kecil dengan makna besar—tempat para siswa belajar bahwa suara mereka penting, pilihan mereka bermakna, dan sikap mereka mencerminkan masa depan.

Motivasi Bupati: Kepemimpinan Berawal dari Keberanian

Dalam sambutannya, Bupati Cilacap menyampaikan pesan yang menggugah dan membumi. Beliau menekankan bahwa kepemimpinan bukanlah soal usia atau jabatan, melainkan keberanian untuk bertanggung jawab sejak dini.

“Pemimpin besar tidak lahir tiba-tiba. Mereka tumbuh dari proses, dari keberanian untuk mencoba, dari kegagalan yang diterima dengan lapang dada, dan dari niat tulus untuk melayani,” ujar Bupati di hadapan para kandidat dan siswa.

Beliau juga mengingatkan bahwa menjadi pemimpin berarti siap mendengar, bukan hanya ingin didengar. Siap melayani, bukan sekadar ingin dipuji. Pesan tersebut mengalir tenang, namun menghunjam kesadaran para siswa bahwa kepemimpinan sejati selalu berakar pada karakter.

Kata-kata itu menjadi cahaya kecil yang menyala—cukup terang untuk menuntun langkah awal para calon pemimpin muda Widya Pratama.

Belajar Menang, Belajar Menerima

Pemilihan Ketua OSIS juga menjadi ruang pembelajaran tentang kedewasaan. Para siswa belajar bahwa tidak semua keinginan harus berujung kemenangan. Ada kalanya kita berdiri di puncak, ada kalanya kita belajar dari bawah. Namun keduanya sama-sama berharga.

Bagi kandidat yang terpilih, jabatan adalah amanah yang harus dijaga dengan kerja nyata. Bagi yang belum terpilih, proses adalah guru terbaik yang mengajarkan ketangguhan dan kerendahan hati. Karena dalam kepemimpinan, yang paling penting bukanlah posisi, melainkan kontribusi.

Sekolah memahami bahwa karakter tidak dibentuk lewat teori semata, melainkan lewat pengalaman langsung. Maka pemilihan OSIS ini menjadi bagian penting dari pendidikan jiwa—mendidik siswa agar berani bersikap, jujur dalam bertindak, dan dewasa dalam menerima hasil.

Menanam Benih untuk Masa Depan Bangsa

Tema “Bersiap Menjadi Pemimpin Sejak Muda” kini menjelma menjadi komitmen bersama warga SMP Negeri 2 Kedungreja. Sekolah tidak hanya mencetak siswa berprestasi secara akademik, tetapi juga generasi yang siap memimpin dengan nurani.

Dari halaman sekolah ini, kepemimpinan ditanam bukan dengan paksaan, melainkan dengan kepercayaan. Disiram dengan motivasi, dirawat dengan keteladanan, dan dibiarkan tumbuh dengan kesadaran.

Kelak, ketika para siswa ini melangkah ke jenjang yang lebih tinggi, mereka akan mengingat satu hari penting—hari ketika mereka belajar bahwa memimpin bukan tentang menjadi yang paling hebat, tetapi tentang menjadi yang paling siap mengabdi.

Dan pada hari itu, SMP Negeri 2 Kedungreja telah menunaikan perannya: menyemai benih pemimpin masa depan, sejak usia muda, dari ruang-ruang kelas yang penuh harapan.

Penulis : Kepala SMP Negeri 2 Kedungreja

Foto kegiatannya

 

 

Jumat, 13 Desember 2024

DIGITAL WORKSHOP DIGELAR DI SMP NEGERI 2 KEDUNGREJA

Kegiatan Digital Workshop dilaksanakan di SMP Negeri 2 Kedungreja pada Jumat, 13 Desember 2024. Kegiatan ini diikuti oleh Guru dan Pengurus OSIS Widya Pratama. Digital Workshop diselenggarkan sebagai upaya untuk meningkatkan kompetensi digital literasi stakeholder  SMP Negeri 2 Kedungreja.

Digital workshop ini bertemakan  “Proses Produksi Berita Digital Media Massa dan Teknik Fotografi/Videografi.” Kegiatan ini menghadirkan narasumber dari perwakilan TV MNC Media dan Pikiran Rakyat Media Network (PRMN). Tujuan pelatihan ini untuk membekali siswa dan guru agar memiliki  keterampilan jurnalistik yang relevan di era digital.

Selain itu workshop ini juga menjadi langkah awal sekolah untuk mempersiapkan penerbitan majalah yang bernama BULETIN BRILLIANT CORNER (BBC), sebagai wadah kreativitas dan media komunikasi warga sekolah. Acara yang dihadiri oleh siswa dan guru ini berlangsung dengan penuh semangat dan antusias. Sejak pagi, aula sekolah yang menjadi lokasi kegiatan dipenuhi peserta yang siap menyerap ilmu dari dua narasumber profesional yang diundang khusus untuk acara ini.

Workshop dibuka pidato inspiratif dari Kepala Sekolah, Sigit Kindarto, S.Pd., M.Pd., yang menyampaikan pentingnya kegiatan ini sebagai bagian dari program pengembangan sekolah. Dalam sambutannya, ditekankan bahwa keterampilan jurnalistik dan fotografi/videografi sangat dibutuhkan di era modern, terutama dalam memfasilitasi kreativitas siswa dan guru. Media sosial yang sudah dimiliki sekolah menjadi asset berharga untuk wahana memperkenalkan kemajuan sekolah kepada khalayak, baik melalui channel youtube, tiktok, instagram sekolah. Dan Majalah BRILLIANT nantinya diharapkan bukan hanya menjadi media komunikasi, tetapi juga bukti nyata kemampuan siswa dalam menyampaikan ide dan informasi dengan cara yang kreatif dan menarik,” ujarnya.

Sementara itu narasumber pertama, Nasrulloh dari Pikiran Rakyat Media Network menyampaikan materi Teknik penulisan berita. Dalam uraiannya disampaikan bahwa cara menulis berita atau artikel yang menarik perhatian pembaca. Dengan menggunakan bahasa yang sederhana dan gaya narasi yang mengalir, memberikan panduan praktis untuk menulis berita yang tidak hanya informatif tetapi juga mampu memikat hati pembaca.
“Berita itu harus sederhana, jelas, dan mengandung unsur yang relevan bagi pembaca. Hindari istilah-istilah teknis yang sulit dipahami. Beritakan apa yang penting, bukan apa yang panjang,” jelasnya.

Disampaikan juga metode Piramida Terbalik yang biasa digunakan untuk mewartakan oleh media massa konvensional yaitu hal-hal penting dengan prinsip 5W + 1H. Konsep ini akan berbeda jika dipergunakan untuk sistem penulisan di media online yang sekarang sedang booming. Metodenya bukan menggunakan piramida terbalik, tetapi hal-hal penting justru dituliskan di bagian akhir berita , tujuannya agar durasi baca pembaca lebih lama di website ini.

Narasumber kedua adalah Heri Susanto, Wartawan dari TV MNC Group Perwakilan Cilacap menyampaikan materi teknik-teknik dasar dalam fotografi/videografi, termasuk bagaimana memilih sudut pengambilan gambar, memanfaatkan pencahayaan, dan menciptakan komposisi visual yang estetis. “Fotografi dan videografi adalah seni menangkap momen. Setiap gambar memiliki cerita, dan tugas kita sebagai fotografer dan videographer adalah menyampaikan cerita itu kepada orang lain,” katanya.

Banyak materi yang baru dikenal oleh peserta pelatihan. Ternyata untuk pengambilan foto atau video ada beberapa teknik yang harus dikuasai seperti bird-eye viewlow angle, dan close-up, yang dapat memberikan efek dramatik pada foto/video. Selain itu, peserta diajarkan cara menggunakan kamera profesional maupun kamera ponsel untuk menghasilkan gambar yang berkualitas.

Setelah mendapatkan materi secara teori, para peserta pelatihan diminta untuk langsung mempraktikkan ilmu yang telah dipelajari.

·       Praktik Penulisan Berita

Dalam sesi ini, peserta diberi tugas untuk menulis berita tentang kegiatan workshop itu sendiri. Narasumber memberikan umpan balik langsung terhadap hasil tulisan para peserta, dengan fokus pada struktur berita, penggunaan bahasa, dan daya tarik narasi.

·       Praktik Fotografi/Videografi

Peserta diajak untuk mengambil gambar kegiatan workshop dengan menerapkan teknik-teknik yang telah diajarkan. Hasil foto/video peserta dievaluasi, mulai dari komposisi hingga pencahayaan, sehingga mereka dapat memahami aspek yang perlu diperbaiki dan diapresiasi dalam setiap karya.

Salah satu guru peserta,  Y. Suprapto, menyampaikan apresiasi terhadap workshop ini. Dalam kegiatan ini saya mendapatkan pengalaman baru bagaimana menulis konten berita yang obyektif, autentik dan menarik minat pembcara, Ini pengalaman pertama saya belajar menulis berita dan memotret dengan teknik profesional. Saya jadi lebih percaya diri untuk menulis artikel dan mencoba teknik fotografi yang baru saya pelajari, ujarnya.

Senada dengan pendapat  guru, Safa salah satu peserta dari unsur OSIS menyampaikan bahwa kegiatan ini sangat bermanfaat karena kami, OSIS, menjadi tambah ilmunya terkait dengan jurnalistik. Momen menarik dalam kegiatan ini ketika saya harus mempraktikkan pengambilan gambar dengan teknik over shoulder, yang memberikan kesan mendalam terhadap interaksi antarindividu. Ada juga sesi ketika  diminta membuat storytelling melalui foto, yaitu serangkaian gambar yang menggambarkan cerita tanpa perlu banyak kata. Dan dengan kegiatan ini membuka cakrawala pikiran saya untuk dapat terjun ke dunia jurnalistik, baik di media massa cetak maupun elektronik TV, katanya.

Digital Workshop ini menjadi pengingat bahwa pendidikan bukan hanya tentang belajar di ruang kelas, tetapi juga tentang mengeksplorasi potensi, belajar dari para ahli, dan menciptakan karya yang dapat memberikan dampak positif bagi lingkungan sekitar. Majalah BRILLIANT adalah langkah kecil yang akan menjadi besar, membawa nama SMP Negeri 2 Kedungreja lebih dikenal sebagai sekolah yang mengedepankan kreativitas, literasi, dan inovasi.