Rabu, 26 Oktober 2016

Pendidikan Moral Melalui Pendekatan Kognitif


PENDIDIKAN MORAL MELALUI
PENDEKATAN KOGNITIF
Oleh :
Sigit Kindarto, M.Pd.

     Negara Indonesia sekarang ini sedang mengalami krisis moral. Kondisi moral anak usia sekolah dasar saat ini sangat rendah, contohnya antara lain berperilaku kasar, acuh tak acuh pada pelajaran, bersikap seperti orang dewasa, tidak berkeinginan turut melestarikan warisan kebudayaan daerahnya. Moral anak – anak yang notabene adalah calon para penerus bangsa kini malah mulai tergerus oleh arus jaman, maka memang tidak salah bila ada pepatah orang tua yang mengatakan “Jaman saiki jaman edan” yang artinya jaman sekarang  jaman orang bertindak tanpa memperhitungkan moral, betapa tidak kini dengan mudah dijumpai anak – anak yang sangat tidak mencerminkan perilaku moral yang baik dan terpuji. Tindakan tersebut bukan hanya dicerminkan oleh para anak – anak remaja bahkan sampai pada anak – anak usia sekolah dasar yaitu kisaran 7 – 12 tahun, usia dimana tingkat kognisi anak sedang berkembang pesat dan sangat mudah menerima segala bentuk pengetahuan baru secara utuh yang diberikan oleh segenap lingkungannya, apabila lingkungannya mendukung pada pembentukan moral yang baik maka akan terbentuk anak yang bermoral baik dan sebaliknya.

Rabu, 11 November 2015

MATERI UKG IPS SMP

Hukum Gossen I yang disebut Hukum Guna Marginal yang Terus Menurun: “Bila jumlah barang yang dikonsumsi pada waktu tertentu terus ditambah, maka guna total yang diperoleh akan bertambah, tetapi guna marginal akan semakin berkurang. Bahkan bila konsumsi terus dilakukan, guna total akan menurun dan guna marginal menjadi nol, bahkan di bawah nol.”

Hukum tersebut bisa dijelaskan dengan tabel dan keterangan berikut.

Hukum Gossen 1 dan 2
Hukum Gossen II
yang berbunyi: “Manusia akan berusaha memenuhi bermacam-macam kebutuhannya sampai pada tingkat intensitas yang sama.”

Kamis, 03 September 2015

Rekonstruksi Mata Pelajaran TIK


REKONSTRUKSI MATERI PELAJARAN TIK
Oleh : Sigit Kindarto



Perkembangan teknologi informasi saat ini demikian cepatnya. Mata pelajaran TIK (Teknologi Informasi dan Komunikasi) diajarkan pada lembaga sekolah merupakan andalan dari Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga maupun instansi sekolah untuk mentransformasikan pemahaman perkembangan kemajuan teknologi informasi tersebut kepada masyarakat (baca : siswa).

Minggu, 21 Juni 2015

Simulasi Bencana

SIMULASI  BENCANA
Oleh : Sigit Kindarto



            Tidak pernah absen wilayah Indonesia pada setiap tahunnya senantiasa disambangi oleh Bencana. Masih teringat dengan jelas bencana Tanah Longsor di Banjarnegara, Gempa dan Tsunami di Mentawai Sumatra Barat, dan Letusan Merapi di Daerah Istimewa Yogyakarta dan Sinabung di Sumatra Utara merupakan bencana besar yang menimpa rakyat Indonesia, belum lagi dengan adanya banjir serta angin lesus yang menimpa bagian lain di bumi tercinta ini.
Dalam khasanah pengetahuan sebenarnya Indonesia dapat dijadikan sebagai “Laboratorium Bencana” tempat untuk sumber penelitian. Oleh karena pengaruh dari letak Geologis yang merupakan daerah rawan bencana gempa bumi, juga pengaruh Negara Kepulauan yang rawan bencana Tsunami, maupun karena terletak pada barisan gunung berapi (Ring of Fire) yang membawa pengaruh pada ancaman bahaya vulkanik atau akibat dari ulah penghuni planetnya yang menyebabkan terjadi erosi, tanah longsor maupun banjir. Dan dalam setiap bencana yang terjadi tak pelak selalu banyak memakan banyak korban jiwa.
Akan tetapi selama ini management bencana belum menjadi focus perhatian dari sistem pendidikan di Indonesia. Namun secara spasial, mungkin telah ada sekolah yang  menjadi model sekolah tanggap bencana itu pun tidak sampai melibatkan siswa sebagai subyek kegiatan.
Oleh karena itu, perlu segera diadakan kegiatan yang bersifat edukatif serta aplikatif  pada siswa untuk pemberian pelatihan mitigasi dalam rangka menghadapi bencana alam  berbentuk SIMULASI BENCANA pada setiap jenjang pendidikan dengan memperhatikan setiap potensi bencana yang ada di wilayah sekitar bentang alam institusi pendidikan dimaksud. Setiap individu setelah mengikuti simulasi bencana akan menjadi akrab dengan daerah tempat tinggalnya selanjutnya diharapkan ketika terjadi bencana setiap individu dapat melakukan penyelamatan diri dan tahu dengan apa yang harus dilakukan, sehingga korban jiwa dapat diminimalkan. Karena meski tidak diinginkan bencana tersebut pasti akan datang menemui kita, oleh sebab itu perlu ada antisipasi yang matang…………….

Senin, 11 November 2013

TakeHome Strategi Pembelajaran IPS



UJIAN AKHIR P2TK SEMESTER 3 2012/2013

MATA KULIAH       :  STRATEGI PEMBELAJARAN IPS TERPADU PRODI/SM                                         :  PIPS-P2TK/S2/SM 3
HARI,TGL                 :  16 September 2013
JAM                            :  10.15 – 11.55 (100’)
DOSEN                      :  Dr. Muhsinatun Siasah Masruri

1.        Tujuan Pendidikan IPS adalah membentuk warganegara yang baik, yaitu individu yang sekurang-kurangnya mempunyai 11 karakter seperti yang termuat di dalam Struktur Tujuan IPS (Ellis, 1998: 3-4).  Untuk mewujudkan tujuan tersebut diperlukan guru-guru yang baik (Ellis, 1998:15-17).  Kompetensi apa saja yang diperlukan untuk mewujudkan setiap butir tujuan IPS tersebut? (Untuk menjawab, gunakan matrik seperti contoh berikut ini, beri alasan
Jawab:

Selasa, 10 September 2013

PENERAPAN CONTEXTUAL TECHING AND LEARNING BERBANTUAN NEWSPAPER BOARD



NEWSPAPER BOARD DALAM CTL

Oleh:

Sigit Kindarto
 Pendidikan masih didominasi oleh pandangan bahwa pengetahuan sebagai perangkat fakta-fakta yang harus dihafal. Kelas masih berfokus pada guru sebagai sumber belajar, dan ceramah menjadi pilihan utama strategi belajar. Siswa belum dapat menghubungkan apa yang mereka pelajari dan memanfaatkan pengetahuan tersebut dalam kehidupannya (Abdul Gafur, 2003 : 274). Saat ini muncul pemikiran bahwa siswa akan belajar lebih baik jika lingkungan diciptakan alamiah. Belajar akan lebih bermakna  jika siswa mengalami apa yang dipelajarinya, bukan mengetahuinya. Pembelajaran yang berorientasi target penguasaan materi terbukti berhasil dalam kompetisi mengingat jangka pendek tetapi gagal dalam membekali anak memecahkan persoalan dalam kehidupan jangka panjang. Dan itulah yang terjadi di kelas-kelas sekolah. Oleh karena itu, perlu pendekatan alteratif dalam proses pembelajaran yang tidak menempatkan siswa hanya menghafal fakta-fakta, tetapi mendorong siswa untuk mengkonstruksikan dan mengaitkan pengetahuan hasil yang dipelajari dalam kehidupan nyata. Pendekatan ini adalah Contextual Teaching Learning

Minggu, 08 September 2013

Analisis Perbandingan 4 Mashab Desain Pembelajaran

ANALISIS DESAIN PEMBELAJARAN MODEL ADDIE
Istilah ADDIE merupakan singkatan dari Analyze, Design, Develop, Implement dan Evaluation. ADDIE telah banyak diterapkan dalam lingkungan belajar yang telah dirancang sesuai dengan tujuan pembelajaran. Berdasarkan landasan filosofi pendidikan penerapan ADDIE harus bersifat student center, inovatif, otentik dan inspriratif. Konsep pengembangannya sudah diterapkan sejak terbentuknya komunitas sosial. Pembuatan sebuah produk pembelajaran dengan menggunakan ADDIE merupakan sebuah kegiatan yang menggunakan perangkat yang efektif. ADDIE yang membantu menyelesaikan permasalah pembelajaran yang komplek dan juga mengembagkan produk-produk pendidikan dan pembelajaran Tujuan penulisan buku ini adalah untuk memperkenalkan pendekatan ADDIE sebagai landasan proses dalam membuat sumber-sumber belajar secara efektif.